Unordered List

Rabu, 10 Desember 2014

Standarisasi NaOH Terhadap Asam Oksalat


Standarisasi NaOH Terhadap Asam Oksalat
Tujuan :
Menentukan normalitas pada standarisasi NaOH terhadap Asam oksalat.
Dasar teori : Akalimetri merupakan metode titrasi asam basa dengan
menggunakan larutan standar sekunder basa (NaOH) dan
larutan standar primer asam ( asam oksalat ).Titrasi asam-
basa sering disebut juga dengan titrasi netralisasi. Reaksi
dijalankan dengan titrasi, yaitu suatu larutan ditambahkan
dari buret sedikit demi sedikit sampai jumlah zat-zat yang
direksikan tepat menjadi ekuivalen.
Metode : Alkalimetri.
Prinsip kerja : Asam oksalat ditetesi dengan indicator phenol petalein,
kemudian dititrasi dengan larutan standar Natrium
Hidroksida, maka akan memberikan titik akhir
titrasi berwarna merah jambu.
Cara kerja :
Siapkan alat yang akan digunakan pada praktikum
Larutan NaOH yang akan diteteskan (titran) dimasukkan kedalam buret (pipa panjang berskala) melalui corong gelas terlebih dahulu
Larutan asam oksalat yang akan dititrasi dimasukkan kedalam gelas kimia (erlenmayer) dengan mengukur volumenya terlebih dahulu menggunakan pipet gondok
Tambahkan 3 tetes indikator PP pada larutan asam oksalat yang ada dalam erlenmayer
Dititrasi asam oksalat menggunakan larutan NaOH sampai laritan berwarna merah jambu
Volume pemakaian NaOH yang ada di buret dicatat
Titrasi diulangi sekali lagi
Dihitung Normalitasnya.

Alat dan bahan :
Alat : Buret Bahan : Asam Oksalat
Erlenmayer NaOH
Corong gelas Indikator PP
Filler
Pipet Volume
Kertas Putih
Pipet tetes

Data percobaan :
Hasil standarisasi NaOH
No Pembacaan Buret Ml Titran V1
1 3,0 - 12,5 9,50
2 3,0 - 12,5 9,50

V1 rata-rata = (V1+V2 )/2
= (9,5+9,5)/2
= 19/2
=9,5


Perhitungan :
N1 x V1 = N2 x V2
N1 = (N2 x V2 )/(V1 rata")
= (0,1 x 10)/9,5
= 0,10 N
Kesimpulan :
Dari data hasil percobaan diatas dapat disimpulkan Normalitasnya 0,10 N.





Praktikum Dosen Pembimbing


(baiq wardiaytun husna) (H.Haerul Anam, S.KM)

0 komentar: